Thursday, September 26, 2019

4 Prasyarat Agar Pergudangan bekerja Maksimal

haloo selamat berjumpa lagi temen-temen. kali ini saya akan membagikan tips dalam pengelolaan pergudangan agar gudang bekerja secara maksimal.  Kita sering menjumpai banyak masalah yang terjadi dipergudangan, mulai dari selisih stok, pelayanan yang lambat, stok yang berlebih, stok mati dan lain-lain.

hal itu seolah-olah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka yang bekerja dipergudangan. trus bagaimana sih untuk memutus mata rantai masalah tersebut?, begini temen-temen, sebelum kita membedah permasalahan tersebut, harus kita ketahui dulu tujuan dan fungsi pergudangan. yang perlu kita ketahui adalah tujuan pergudangan adalah sebagai HUB atau penghubung antar satu stasiun ke stasiun berikutnya baik dlm lingkup di intern organisasi ataupun antara intern dengan extern organisasi dalam perspektif distribusi. sedangkan fungsi dari gudang adalah tempat penyimpanan.

berangkat dari definisi fungsi dan tujuan tersebut, ada 4 prasyarat yang harus dipenuhi agar gudang dan sistemnya bekerja dengan maximal, antara lain yaitu :

1. Karyawan yang cakap
    karyawan menjadi tulang punggung dalam mengoperasikan proses pergudangan. untuk itu pemilihan karyawan menjadi hal yang penting. kriteria-kriteria pemilihan karyawan di sesuaikan dengan kebutuhan dan posisi dalan pekerjaan. contoh : kriteria kayawan gudang yang berposisi sebagai kepala gudang antara lain: sehat jasmani dan rohani, jujur, komputer literate, mampu membuat keputusan, memiliki pengetahuan tentang pergudangan/manajemen operasi, memiliki jiwa kepemimpinan, mampu membuat alur kerja yang baik dll. akan berbeda dengan kriteria karyawan gudang yg berposisi sebagai operator, semisal kriteria-nya : sehat jasmani dan rohani, lulusan slta sederajat, mau bekerja sesuai SOP, mampu bekerja dalam tim dll. Dengan demikian nantinya organisasi akan mendapatkan karyawan yang mampu untuk menjalankan sistem pergudangan dengan baik.

2.  Infrastruktur yang memadai
     hal penting kedua adalah kebutuhan infrastruktur, dalam pengoperasian pergudangan tentu memerlukan infrastruktur yang memadai, mencukupi agar tujuan dan fungsi pergudangan berjalan dengan maximal. dalam penyediaan infrastruktur gudang, perlu diperhitungkan kapasitas volume gudang dan volume transaksi yang akan dikelola. hal ini akan menjadi pertimbangan yang penting dalam proses penyediaan infrastruktur seperti, model gedung dan lay out-nya, luas gedung dan volume penyimpanan, dan penyediaan alat bantu untuk material handling. infrastruktur yang umum dengan gudang yang menggunakan alat bantu antara lain : racking, indoor dan outdoor material handling (contoh: handpallet, stecker, reachtruck, counter balance, dll). jadi penyediaan infrastruktru yang memadai atau sepadan dengan volume transaksi menjadi penting agar bisa beroperasi dengan baik dan maximal.

3. Metode operasional.
    hal penting ketiga adalah metode operasional. operasional di gudang ada 3 hal yang besar yaitu aliran barang masuk, aliran barang keluar dan penempatan barang. untuk aliran masuk  dan aliran keluar perlu dibuat alur kerja atau SOP dimana SOP atau alur kerja tersebut merinci proses pengecekan pada saat kedatangan atau pengeluaran barang, berapa layer pemeriksaan pengecekan dll. pada tahap ini peranan seorang cheker menjadi penting dan karenanya posisi checker harus diperkuat secara posisi maupun secara pengetahuan. sedangkan untuk penempatan stok, perlu ada pengelompokan barang. kunci utama dalam penempatan adalah 'segregation' atau pemisahan yang jelas antara item satu dengan item yang lainnya, tidak boleh ada kejadian barang tercampur antara item satu dengan item yang lainnya.

4.  Budaya Organisasi.
     Hal yang mendukung lainnya adalah pengkondisian budaya organisasi yang positif. ada beberapa hal yang dapat menyebabkan budaya organisasi tersebut menjadi budaya yang positif dan produktif antara lain :
  a. Penyediaan tenaga kerja yang cukup dan tidak berlebihan.
  b. Pembuatan struktur organisasi yang sesuai.
  c. Pengelolaan karyawan agar expektasi dari stakeholder bisa wadahi, contoh reward dan      punishment
  d. Penerapan sistem manajemen mutu ISO secara baik.

Wednesday, September 19, 2018

Mengenal Software Pendukung Gudang



haloo jumpa lagi teman-teman. berbicara masalah pergudangan, seperti yang telah di bahas pada topik-topik sebelumnya yaitu pada bab infrastruktur gudang dan system pergudangan, kali ini saya ingi membahas tentang aplikasi atau software yang membantu mempermudah proses di pergudangan.

Aplikasi pergudangan yang umum digunakan adalah sister ERP yaitu Enterprise Resources Planning. Kenapa koq kita harus menggunakan aplikasi ini? manfaat dan keuntungannya apa sih? kan sebenarnya pake program excel-pun sudah bisa. untuk menjawab kenapa menggunakan aplikasi ERP, karena dengan menggunakan aplikasi tersebut semua kegiatan manajemen gudang dan proses administrasi gudang akan lebih mudah..

seperti kita ketahui, pekerjaan di gudang ada 2 hal yang harus berjalan bersamaan dan beriringan yaitu aliran fisik barang atau material dan aliran data barang tersebut. kenapa aliran data dan aliran fisik harus beriringan dan bersamaan, karena untuk meminimalisir selisih stok yang sering terjadi.
fungsi dari gudang adalah untuk mensupport penjualan atau produksi, menjaga nilai atau value persediaan, mencegah kehabisan barang.

dalam mengelola gudang, ada beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain:
1. mengelola aktivitas inbound agar berjalan efektif dan efisien.
2. mengelola aktivitas outbound agar berjalan efektif dan efisies.
3. mengelola nilai persediaan.
oke, mari kita kupas satu persatu aktivitas-aktivitas tersebut :
1. Aktivitas inbound, merupakan serangkaian proses  yang berawal dari barang atau material masuk ke gudang sampai dengan penempatan ke rak/lokasinya dan proses receive untuk memasukkan data ke stok. rincian proses tersebut pada umumnya berawal dari pengecekan barang yang datang, apakah sudah sesuai dengan permintaan pembelian baik secara spesifikasi maupun kuantitasnya. proses pengecekan ditujukan untuk memastikan bahwa barang yang masuk ke gudang sudah sesuai dengan permintaan dan memastikan barnag yang masuk tersebut bisa digunakan atau bisa dijual ke konsumen.
2. Aktivitas outbound, merupakan serangkaian proses yang pada umumnya berawal dari permintaan dari pelanggan yang dikonverssi oleh staff menjadi daftar permintaan barang yang diserahkan kepada picker gudang, pada saat pengambilan barang untuk disiapkan  untuk dijual, picker akan mengecek kesesuaian antara barang yang diambil dengan daftar barang yang diterima, setelah itu barang di ambil dan stoknya di kurangi. setelah itu barang di letakkan di area yang sudah di tentukan sebelum proses pemuatan. aktivitas terakhir dari proses outbound adalah loading ke armada pengangkut, pada proses ini proses pengecekan terakhir dilakukan untuk memastikan barang yang di muat sesuai dengan permintaan dari pelanggan. setelah itu melakukan print out surat jalan.

kedua aktivitas di atas baik inbound dan outbound merupakan proses dari pergudangan yang mempengaruhi stok persediaan apakah itu stoknya bertambah pada saat inbound ataukah stok tersebut berkurang pada saat aktivitas outbound berjalan. kedua aktivitas tersebut mengakibatkan laporan stok persediaan akan fluktuatif tergantung dari transaksi barang atau material tersebut. dengan menggunakan sofware ERP semua aktivitas tersebut dapat berjalan seiring sejalan antara aliran fisik dan aliran data. setiap kesalahan dari personel gudang yang terjadi pada proses yang dijalankan dapat diminimalisir dengan sistem tersebut karena dalam sistem tersebut sudah ada pembagian tugas dan tanggungjawab secara jelas. Pun dengan menggunakan software tersebut alat-alat teknologi penunjang dapat di aplikasikan agar memperkecil peluang kesalahan yang terjadi saat proses inbound dan outbound berjalan. dengan begitu secara implisit telah diuraikan bahwa dalam proses pergudangan ketersediaan data yang up to date dan valid menjadi satu elemen tujuan penting dalam melakukan manajemen gudang.

dengan memiliki data yang selalu up  to date dan valid ini akan memudahkan dalam menjaga nilai persediaan. contoh, dengan memiliki data yang up to date dan valid, pembuatan pemesanan kembali lebih mudah dan cepat dilakukan. dalam membuata keputusan seberapa banyak yang di pesan dan item apasaja yang ingin di pesan dapat dilakukan dengan lebih cepat. ini juga merupakan keuntungan lain dengan menggunakan sofware ERP karena datanya up to date, valid, cepat dan terintegrasi.


dengan kata lain bahwa dengan aliran data yang cepat akurat, pengendalian nilai persediaan dapat dilakukan seperti yang telah dijelaskan di atas yaitu penentuan pembelian kembali baik jenis, jumlah, dan waktu kebutuhan bisa disesuaikan, sehingga nilai persediaan dapat terkontrol sesuai dengan target yang ditentukan tanpa mengurangi atau mengganggu proses penjualan atau proses selanjutnya.

ERP sendiri adalah software yang ditujukan untuk mempermudah dalam mengelola aktivitas organisasi karena datanya terintegrasi, up to date dan valid. terdapat beberapa pengembang software yang membuat aplikasi ini antara lain :
1. Epicor ERP.
2. Sage ERP.
3. infoor ERP.
4. Oracle ERP.
5. Syspro ERP.
6. SAP business by design
7. IFS application
8. Microsoft Dinamics ERP.
9. QAD enterprise ERP
10. NetSuite One World.

aplikasi-aplikasi di atas memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. tentunya selain menyiapkan sofwarenya tentu dibutuhkan tenaga kerja yang mampu untuk mensupport berjalannya software tersebut di atas. sehingga memang di perlukan bagian IT yang mengelola dan memastikan program dapat berjalan lancar dan perlunya training untuk pengguna dari software tersebut.

saya sendiri, menggunakan sofware syspro ERP dan dengan menggunakan sofware tersebut memang saya akui pengelolaan digudang, pengambilan keputusan dan lain-lain lebih mudah, lebih cepat, dan dinamis. mampu mengikuti kondisi perusahaan dan kondisi pasar.

sekian dulu baba tentang sofware pendukung gudang semoga bermanfaat.

Sistem manajemen pergudangan



Sistem manajemen gudang atau lebih dikenal dengan warehouse management system merupakan cara pengelolaan  dari interaksi dari sequen proses atau uruan proses di dalam gudang. secara umum aktivitas di gudang adalah aktivitas inbound  -  outbound.
secara garis besar kegiatan di gudang ada 2 hal yaitu aktivitas administrasi dan aktivitas pemindahan/penyimpanan fisik material/barang.

baik mari kita urai satu per satu, kita mulai dari inbound, inbound merupakan aktivitas penerimaan fisik barang dan data. pada saat penerimaan barang atau material ada beberapa hal atau beberapa proses yang harus dilakukan,yaitu :
1. melakukan pengecekan kuantitas material yang datang. apakah jumlah material yang bisa diterima sesuai dengan surat jalan yang menyertainya.
2. melakukan pengecekan apakah jenis material sesuai dengan surat jalan yang menyertainya.
3. melakukan pengecekan apakah spesifikasi material sesuai dengan permintaan.
proses selanjutnya setelah selesai melakukan pengecekan adalah proses pemasukan ke dalam gudang secara fisik dan menempatkan di tempat yang telah disediakan. setelah proses barang masuk tinggal melakukan proses administrasi dengan mebuat bukti penerimaan barang dan memasukkan ke dalam stok ataupun receive bagi yang sudah menggunakan sistem aplikasi pergudangan.


sedangkan untuk aktivitas outbound adalah aktivitas pengeluaran barang dari gudang, aktivitas pengeluaran barang atau material berawal dari order atau permintaan dari konsumen. setetalh ada permintaan dari pelanggan akan dilakukan pemrosesan order mulai dari bag admin membuat lis barang yang di minta, kemudian dilanjutkan dengan aktivitias pengambilan material atau barang yang di maksud, kemudian barang tersebut disiapkan dan bila diperlukan dilakukan dilakukan pengemasan ulang. bila barang sudah disiapkan aktivitas selanjutnya yaitu pembuatan surat jalan dan proses pengiriman.

selain aktivitas di atas, diperlukan alat bantu yaitu aplikasi pergudangan seperti WMS, ERP, SAP dll. dalam segi aktivitas keseharian point penting dari setiap tahapan proses itu adalah proses pengecekan. pada saat proses pengecekan benar-benar harus memperhatikan semua titik kritis yang perlu di cek atau dilihat. proses pengecekan bisa bersifat sampling atau 100% pengecekan. tentunya hal ini ditentukan dengan kebutuhan atau poin penting yang ingin di cek.

proses pengecekan seyogyanya dilakukan disetiap aktivitas yang berdampak pada bertambah atau berkurangnya stok gudang. kalau diperlukan, bisa diadakan petugas khusus untuk melakukan pengecekan transaksi atau checker. selain dengan pengadaan proses pengecekan, diperlukan juga proses pengecekan stok yang biasa dikenal dengan istilah cek fisik yang seharusnya dilakukan secara terjadwal. diperlukan juga cek fisik sampling yang dilakukan oleh pihak yang ditunjuk perusahaan apabila tidak ada maka atasan bisa melakukan sampling acak yang tidak terjadwal atau random.

kegiatan lain yang harus dilakukan adalah mengikuti tren dari material yang berguna sebagai preventif agar tidak terjadi stock out. langkah selanjutnya agar sistem manajemen gudang berjalan dengan baik, seyogyanya melakukan perbaikan terus-menerus dari setiap celah atau risiko yang mungkin bisa terjadi sehingga bisa meminimalisir dan bahkan menghilangkan kerugian yang akan dialami perusahaan.

Infrastruktur untuk Gudang



oke temen-temen mari kita lanjut untuk mengetahui tentang gudang dan aktivitasnya. sebelum sampai membahas ke aktivitas, kali ini saya ini mendeskripsikan kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan agar manajemen gudang dapat berjalan efektif dan efisien.

kalau kita berbicara masalah gudang, tentunya infrastruktur yang satu ini idealnya harus ada. apakah itu? ya pertama kali adalah lahan dan gedung. menurut saya lahan dan gedung mutlak harus ada untuk gudang. dengan adanya infrastruktur gedung banyak manfaat yang didapat, dengan adanya fasilitas gedung untuk dijadikan gudang, manfaatnya antara lain : bisa mengurangi tingkat kerawanan akan kehilangan barang, kerusakan barang akibat cuaca (panas, hujan).

syarat gedung yang digunakan sebagai gudang, antara lain :
1. gedung bersifat permanen.
2. memiliki ventilasi udara yang cukup untuk sirkulasi udara.
3. memiliki pencahayaan yang cukup.
4. memiliki area load dan unload yang memadai.
5. area dalam gedung tidak ada sekat.
6. memiliki luas yang cukup sesuai dengan kebutuhan.


dari kriteria gedung untuk gudang di atas, ada beberapa pengaturan lokasi atau area yang harus di lakukan untuk operasional gudang tersebut. ada beberapa ruangan yang harus ada di dalam atau di area gedung tersebut yang sangat membantu kelancaran operasional gudang, antara lain:
1. area untuk kantor.
2. area toilet.
3. area ruang tunggu atau ruang tamu.
4. area untuk sembahyang.
5. area inti yaitu area penyimpanan barang.
6. area loading dan unload.

pembuatan sebuah gedung pergudangan harus juga mempertimbangkan aliran transaksi masuk dan aliran transaki keluar. penentuan  in flow dan out flow akan menentukan di mana area loading, dimana area unloading (bongkar), berapa banyak pintu yang diperlukan, berapa docking yang diperlukan untuk bongkar muat. selain mempertimbangkan aliran masuk dan aliran keluar kita juga perlu mempertimbangkan luas gudang yang akan dibuat dengan memperhatikan kapasitas penyimpanan yang di butuhkan.

dilanjut besok ya gaes,, lagi banyak kerjaan dilogistik,,

mari kita lanjutkan,,

selain gedung, lantai gudang merupakan infrastruktur yang perlu dipertimbangkan karena hal ini akan mensupport lambat - cepatnya perpindahan barang baik memakai alat bantu pemindah barang yang sederhana ataupun memakai alat bantu pemindah barang yang terbaru. Dalam membuat infrastruktur baik gedung dan lantai segala aspek yang harus diperhitungkan matang-matang. disini peran desain ruangan menjadi penting dalam membuat layout yang baik.

lanjut infrastruktur yang kedua yaitu adalah palet, setiap pergudangan pasti membutuhkan palet yang berfungsi sebagai alat untuk menata barang dan juga sebagai alat untuk memudahkan perpindahan barang. palet barang sangat bervariasi, ada yang dibuat dari kayu, dari besi dan ada pula yang dibuat dari plastik. pemilihan penggunaan model palet pastinya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan budget dana yang telah dianggarkan. pemilihan palet baik jenis dan ukurannya seyogyanya mempermudah dalam perpindahan barang baik dalam gudang maupun proses pengiriman ke konsumen (bila pengiriman ke konsumen memumgkinkan menggunakan model palet).


infrastruktur yang ketiga, adalah rack apabila diputuskan untuk menggunakan sistem rack. untuk racking dalam gudang, dewasa ini kita jumpai ada gudang yang menggunakan rak dan ada gudang yang tidak menggunakan rak. keuntungan penggunaan dari rack adalah, bisa menaikkan kapasitas penyimpanan tanpa membuat tambahan gedung baru, dengan kapasitas tertentu. dari peningkatan kapasitas simpan dari gudang tidak menggunakan rak dengan gudang yang menggunakan rak adalah > 100%. keuntungan lain dengan menggunakan rak antara lain :
1. penataan jadi lebih rapi.
2. kapasitas penyimpanan naik > 100% dari yg tdk menggunakan rak.
3. lebih mudah dalam mencari dan mengambil barang atau material.
4. Meminimalisir selisih stok.
5. Waktu yang dibutuhkan dalam cek fisik atau stok opname jauh lebih singkat.
6.  mempermudah pengambilan barang yang menggunakan metode tertentu seperti FIFO, LIFO, Average, FEFO dll.
7. mengurangi jumlah tenaga kerja.
 
kerugiannya adalah investasi awal dalam pembuatan atau pengadaaan racking membutuhkan modal yang tidak sedikit, dan juga akan berkait dengan pembelian alah bantu yang mensupport atau yang sesuai dengan penggunaan rack, contoh seperti penambahan unit reachtruk. akan tetapi pada saat akan membuat keputusan dalam pembuatan sebuah gudang, apakah dalam peningkatan kapasitas gudang tersebut akan membuat gedung baru atau menggunakan rack. semua akan kembali kepada cost atau biaya yang dikeluarkan nantinya. pilihan pastinya akan dijatuhkan kepada biaya yang paling realistis dan ekonomis tentunya.

saya sendiri adalah seorang yang menyukai gudang yang menggunakan fasilitas rak, selain dapat meningkatkan kapasitas simpan dan lain-lain yang telah diuraikan di atas, faktor penting yang saya rasakan adalah mudahnya mengelola gudang yang menggunakan rack, jumlah penggunaan tenaga kerja yang relatif sedikit banyak sekali mengurangi kendala-kendala yang disebabkan karena human error dan lebih mudah dalam menyeragamkan pemahaman tentang pengelolaan pekerjaan yang sesuai jobdesk-nya masing-masing, mengurangi atau meminimalisir kesalahan komunikasi antar anggota organisasi sehingga mengurangi kesalahan.


infrastruktur terakhir yang harus ada dalam pergudangan adalah MHE (Materials Handling Equipment). MHE ini berfungsi untuk memindahkan material atau barang dari satu tempat ke tempat yang lain, dari rak bawah ke rak atas ataupun dari rak atas untuk diturunkan dan lain-lain

Mengenal gudang



haloo selamat berjumpa dengan saya, heri sutikno seorang blogger pemula yang mencoba membuat catatan-catatan tentang pergudangan. Sebelum saya membahas lebih lanjut masalah pergudangan saya ingi memperkenalkan diri dulu yaa, saya adalah seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan swasta. beberapa perusahaan pernah memakai jasa saya mulai dari produksi atau bagian logistik. kalu dipikir aneh yaa,, saya seorang lulusan ekonomi manajemen tapi koq ngurusi produksi, tapi memang saya pernah mengurusi bagian produksi temen-temen. selama saya bekerja, saya lebih sering di posisi gudang atau logistik. makanya saya mencoba untuk sedikit membagi pengalaman yang saya alami.

 baik mari coba kita mulai, apa bayangan di benak rekan-rekan tentang gudang? yah, gudang adalah sebuah tempat penyimpanan barang, baik material, barang setengah jadi dan barang jadi. gudang mudah sekali dijumpai di manapun, mau di toko retail, grosir, di perusahaan atau di komplek pergudangan.
trus sebenernya ngapain sih saya pusing-pusing membagikan pengalaman tentang gudang, kan simpel aja ya, ada barang masuk dimasukkan ke gudang, ada permintaan di keluarkan, sudah selesai dong pekerjaan gudang. eitts tunggu dulu kalau temen-temen memiliki pemahaman seperti itu.

benar sekali kalau gudang itu adalah tempat penyimpanan barang, tetapi yang perlu dilakukan adalah "bagaimana mengelola gudang itu secara baik dan benar".  trus apa yang menjadi tolok ukur dari pengelolaan gudang secara baik dan benar itu? oke saya coba menjelaskan, setiap usaha atau bisnis pasti memiliki barang yang akan digunakan atau siap dijual. jumlah atau nilai dari barang-barang tersebut besar berkisar antara 40 - 60% sendiri (sumber dari manajemen produksi dan operasi ricardus eko indrajit dan ricardus djoko pranoto). nah karena besarnya nilai persediaan tersebut, munculah kebutuhan untuk mengelola secara baik agar usaha dapat berjalan lancar.
 tidak ada angka pasti yang menunjukkan performa atau kinerja gudang yang baik dan benar. tetapi terdapat beberapa clue-clue tujuan penting adanya pengelolaan gudang yang baik dan benar, antara lain :
1. memastikan operasional usaha berjalan dengan lancar.
2. mengelola nilai persediaan sesuai dengan target nilai persediaan yang di tentukan oleh perusahaan. tentunya ini juga mempertimbangkan nilai uang persediaan.
3. agar tidak kehabisan barang.
4. tidak ada kehilangan barang / menekan terjadinya selisih data.
5. stok persedian mudah dan cepat untuk dicari dan diambil.
6. melakukan pengiriman ke konsumen sesuai dengan tanggal permintaan.

begitu pentingnya peran gudang terlebih di era digital sekarang ini yang mana raksasa penjual offline mulai ambruk perlahan-lahan seperti, mal-mal di glodok jakarta, di semarang, yang diakibatkan oleh berubahnya pola  pembelian dan penjualan dari offline ke online yang menyebabkan perusahaan-perusahaan di bidang logistik tumbuh subur hingga menbutuhkan space untuk gudang, dengan kata lain sistem pergudangan dituntut untuk mengikuti arah perubahan disruptyf, yang merupakan efek samping dari kemajuan teknologi.

untuk menuju gudang dengan performance yang baik diperlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar dapat dikelola secara maximal, antara lain:
1. Infrastruktur
    infrastuktur ini mulai dari gedung, lantai, material handling engine,
2. Software
    sistem IT yang mendukung atau mempermudah operasional gudang.
3. Human resources
    Tenaga Kerja yang qualified dibidang logistik atau gudang.
4. Manajemen
    ada manajemen Inbound, Proses dan Outbound.

oke temen2, itu dulu sekilas tentang gudang dan interaksinya, untuk poin infrastruktur sampai dengan sistem manajemennya akan saya ulas di postingan selanjutnya.

Thursday, October 15, 2015

Kans Rossi di Philip Island


Hasil Balapan di motegi, yang menghasilkan Dani pedrosa sebagai sang kampiun dengan mengasapi rossi saat balapan menyisakan 8 lap lagi dan mengasapi lorenzo ketika balapan kurang dari 6 lap merupakan warning untuk lorenzo dan valentino rossi dalam perebutan gelar juara dunia 2015.

Valentino Rossi belum tentu  bisa menjadi juara di tiga seri terakhir. untuk mengamankan gelar juara dunia tahun 2015 cukup selalu finish di depan Jorge Lorenzo.  Kekuatan Valentino Rossi terletak pada pengalaman yang dimiliki, konsistensi yang hampir di setiap seri dengan selalu naik podium, sehingga dengan perolehan angka 283 poin, valentino rossi memimpin klasemen sementara. sedangkan untuk kecepatan, Jorge Lorenzo  lebih baik daripada Valentino Rossi.

Dengan menggunakan motor yang sama, sulit untuk menebak siapa yang akan menjadi juara di tahun ini. race yang akan berlangsung di tiga seri terakhir.

Wednesday, October 14, 2015

Manajemen Produksi


Eddy Herjanto mendefinisikan Manajemen Produksi dan operasi sebagai suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumberdaya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.

Analis sistem manufactur telah mengidentifikasi dua kategori dasar bagi suatu perusahaan industri yaitu continuous process industries dan intermittent process industries. Continuous process industries adalah industri yang memproduksi barang dengan proses kontinyu. Kontinyu disini artinya adalah Proses yang dilakukan secara tumpukan, bukan per unit produk. industri ini seringkali menggunakan proses kimia daipada fisik atau mekanik. contohnya adalah industri pupuk, industri gula, semen atau tepung terigu..

Intermittent process industries juga biasa disebut discrete part manufacturing yaitu industri yang memproduksi barang secara proses individu, unit per unit. ada tiga kelompok intermittent process industries yaitu jobbing shop production, Batch Production, Mass production (repetitive manufacturing).

Karakteristik Jobbing shop production adalah volume produksi rendah/sedikit. memiliki varian produk yang banyak, tenaga kerja memiliki skill yang tinggi.standarisasi produk rendah, peralatan yang dibutuhkan sangat flesibel (bisa digunakan untuk mengerjakan berbagai pekerjaan)

Batch Production memiliki karakteristik proses produksi dengan sistem batch atau lot yang kecil dengan berbagai tahapan pengerjaan, setiap tahapan pengerjaan dilakukan untuk seluruh batch sebelum menuju tahap berikutnya.sistem produksi cukup flexsibel dan menggunakanperalatan multiguna agar mampu memenuhi berbagai persyaratan dan fluktuasi permintaan.

Mass Production memiliki karakteristik, jenis barang yang diproduksi relatif sedikit tetapi dengan volume produksi yang besar (massal), karena itu seluruh produk biasanya distandarisasikan.

Ukuran utama yang digunakan untuk mengukur dari kinerja dari manajemen operasi adalah produktivitas. Produktivitas merupakan ukuran bagaimana baiknya suatu sumberdaya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Secara singkat produktivitas merupakan rasio antara output/hasil yang diperoleh terhadap input/sumber daya yang digunakan.